Munculnya Langkadan, Alat Olahraga Tradisional di Pembukaan Porkot

0
1026
Festival rangkadan jadi atraksi menarik pada pembukaan pekan olahraga kotamobagu. Tak hanya masyarakat, bahkan pimpinan SKPD dan Anggota DPRD pandai memainkan rangkadan.

Kotamobagu, inatonreport.com – Langkadan, yang merupakan alat olahraga tradisional Mongondow yang hampir punah, kini kembali dipopulerkan di Kotamobagu.

Wali Kota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara, menginginkan agar permainan tradisional yang hampir hilang tersebut, kembali dilestarikan.

Harapan Tatong tersebut, diutarakan usai membuka Pekan Olahraga Kotamobagu (Porkot), di lapangan Aruman Jaya, Motoboi Kecil, Kamis(4/5). “Olahraga yang menjadi budaya dan kearifan lokal ini, perlu dilestarikan,” kata Tatong.

Sekitar 100 peserta ikut dalan festifal langkadan. Tak hanya masyarakat, bahkan pimpinan SKPD dan Anggota Legislatif pun ikut serta. Meski telah lama dimainkan, ternyata para peserta mampu memainkan langkadan hingga keliling lapangan Aruman.

Langkadan terbuat dari dua bilah bambu yang diberi tempat pijakan. Bagi yang tidak mampu menjaga keseimbangan tentu saja akan jatuh.

Menariknya, ada pula yang tempat pijakannya bahkan lebih tinggi dari badannya. Ada yang panjangnya hingga 3 meter, dan pijakan kaki mencapai 1,5 meter.

Pemerintah Kota (Pemkot) berencana akan melestarikan berbagai olahraga tradisional. Selain murah, olahraga tradisional juga melatih kebersamaan dan sportivitas.

*Ridwan Kalauw

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.