Calista: Saya Sempat Berfikir untuk Open BO

0
453

Kotamobagu, Inatonreport.Com – Salah satu karyawan dengan berpakaian seksi menghampiri dan menawarkan segelas minuman bir di lokasi ia bekerja, tepatnya di salah satu tempat hiburan malam yang ada di Kotamobagu.

Sebut saja Calista (bukan nama sebenarnya), ibu dari dua anak ini memilih terjun bekerja sebagai ladies di tempat hiburan malam, dengan dalih terdesak kebutuhan ekonomi.

Sejak berpisah dengan sang suami, single parent berusia 28 tahun ini, nekat bekerja sebagai ladies, sebuah profesi yang dinilai negatif oleh kebanyakan orang.

Eksklusif kepada media ini, Calista, mengaku, semenjak pandemi covid 19, tempatnya bekerja di tutup. Alhasil ia tak memiliki pemasukan sama sekali.

“Hanya ada bantuan dari teman-teman yang ada kelebihan mengantarkan popok dan beras, namun itu tidak setiap hari ada bantuan dari siapapun. Bahkan pernah dua hari saya tidak memunyai beras untuk di makan,” ujar Calista.

Untuk menyambung hidup bersama dua buah hatinya, Calista sempat mencoba menjual kue yang di pasarkan lewat media sosial.

“Hasil jualan kue belum mencukupi kebutuhan saya seperti membeli beras, popok dan sabun,”ucap Calista.

Calista pun kembali mencoba peruntungan lewat keahlian memasak yang dimilikinya. Setiap hari ia mendatangi temannya yang tinggal di Kotamobagu, untuk menawarkan jasa memasak.

“Agar saya dan anak-anak tetap bertahan hidup, selama tempat kerja saya di tutup,” ungkap Calista.

Sampai sempat terlintas di fikirannya untuk open booking order (BO), untuk meraup uang dari para pria hidung belang demi menyambung hidup.

“Tapi niat itu saya urungkan. Saya tidak tega melihat kedua anak saya. Saya tidak tahu harus mengatakan apa jika kedua anak saya tahu jika saya bekerja seperti itu,” jelas Calista.

Setelah hampir 6 bulan lokasi tempat Calista bekerja di tutup. Kini rupanya sudah beroperasi kembali atas kebijakan pemerintah setempat. Entah bahagia atau tidak, yang pasti dengan pekerjaanya sebagai ladies di tempat hiburan malam, Calisti bisa menyambung hidup.

“Sambil menunggu gaji bulanan, setiap malam ada pengunjung yang baik memberikan uang tip Rp50.000 bahkan ada Rp100.000,” terang Calista.

*Nux

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.