Tanaman Porang Melimpah di Desa Sauk

0
60

Bolmong, Inatonreport.Com – Masyarakat Desa Sauk Kecamatan Lolak Kabupaten Bolmong, berhasil membudidayakan tanaman Porang sejak tahun 2020.

Beberapa waktu lalu Tim Kementrian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian Manado, juga telah berkunjung melihat langsung budidaya tanaman tersebut di lokasi perkebunan Desa Sauk.

“Tanaman porang menjadi salah satu komoditas di Provinsi Sulawesi Utara yang direncanakan untuk produk ekspor ke negeri Sakura, Jepang,” kata penanggungjawab Karantina Pertanian wilayah kerja Bandara Sam Ratulangi, Suhadi Laoh.

Tanaman Porang ternyata banyak tumbuh di Desa Sauk. Bahkan sebagian warga di desa tersebut sudah melakukan penjualan umbi porang sejak tahun lalu.

“Pembelinya dari Makassar, kurang lebih sejak bulan Oktober hingga Desember tahun 2020 ada sekira 30 ton umbi dan buah katak yang kami jual,” kata Muktar Gobel warga Desa Sauk.

Menurut Muktar, luas areal perkebunan yang telah ditanami Porang di desanya, saat ini lebih dari 10 hektar.

“Sekarang kalau hanya 10 hektar itu ada yang sudah di tanam oleh masyarakat di desa kami ini,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Dinas Pertanian Bolmong, Remon Ratu, mengatakan, sangat mendukung budidaya tanaman porang yang terus dikembangkan petani di Desa Sauk.

“Namun, tanaman porang di Bolmong sampai saat ini baru pengembangan secara personal. Sehingga belum dimasukan dalam program kami,” kata Remon, Jumat (3/9/2021).

Remon berharap, ke depan akan memasukan dalam program untuk pengembangan tanaman porang.

“Saat ini, pemerintah daerah masih berfikir investor yang mau bekerjsama dengan petani. Khususnya petani porang di Bolmong. Jika investor sudah ada, tentu kami akan eksis dengan tanaman ini,” harapnya.

Ia lanjut menjelaskan, Ibu Bupati Bolmong saat ini terus mendorong pembangunan Kawasan Industry Bolaang Mongondow (KIMONG). Dan pemerintah berharap itu segera terwujud, apalagi areal pertanian kita mempunyai wilayah begitu luas.

“Pada pokoknya, kami berharap sudah ada investor yang mampu menampung hasil petani. Jangan sampai produksi porang kita melimpah, namun tak tau harus pasarkan ke mana,” jelas Ratu.

*Rid

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.