Imbas “Om Telolet Om” bagi Pedagang Klakson

0
965
ilustrasi (f;Tempo.co)

Jakarta,inatonreport.com-Fenomena Om Telolet Om yang tengah ngetrend di Indonesia hingga di penjuru eropa berimbas positif pada pedagang klakson. Dengar saja pengakuan Gerry Putra, pemilik toko Surya Elektronik di Yogyakarta.

Ia menyatakan, penjualan klakson telolet khas bus antarkota ini naik empat sampai lima kali lipat dari biasanya. “Hari ini saja, sudah ada 25 pesanan,” kata dia seperti dilansir dari kontan.o.id, Senin (26/12).
Ia mulai menjajakan klakson telolet empat bulan terakhir karena ada permintaan.Klakson telolet ini memang berbeda dengan klakson biasa. Klaksonini terdiri dari kumpulan corong terompet yang dirakit sedemikian rupa. Gerry melego klakson telolet dengan rentang harga Rp 350.000 sampai Rp 1,35 juta.

Wirinto Wen juga menikmati hal serupa. Penjual klakson telolet via online ini menikmati kenaikan pesanan berlipat-lipat. “Saat ini sehari bisa 10 sampai 20 pesanan, kalau dulu tidak menentu,” terangnya. Knt/her

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.