Boltim Rawan Illegal Logging

0
1026

Boltim, inatonreport.com-Maraknya pembalakan liar atau illegal logging di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow  Timur (Boltim), rupanya sudah menjadi rahasia umum. Alhasil, Bupati Boltim Sehan Landjar, mengecam pembalakan yang terjadi di bagian timur bumi Totabuan. Sehingga, Sehan meminta agar pihak berwajib melakukan monitoring terhadap tindakan pembalakan hutan.

Namun, imbauan Bupati seakan tak diindahkan. Kenyataannya illegal logging terus terjadi dan semakin marak yang dilakukan oleh oknum pengusaha kayu beserta koleganya.

Berdasarkan pernyataan sumber yang meminta dirahasiakan didentitasnya, menyebut PT Arafura Surya Alam (ASA) menjadi salah satu perusahaan yang diduga melakukan kegiatan illegal logging yang bekerjasama dengan pengusaha kayu yang tak mengantongi izin.

“Sudah lama PT ASA dan para pengusaha kayu illegal berhubungan. Coba lihat dibelakang kantor mereka, ada timbunan kayu disitu,” beber sumber.

Pantauan media ini dilapangan, sejumlah tumpukkan kayu dengan berbagai ukuran yang diduga illegal barada di belakang kantor PT ASA.

Pihak PT ASA saat dikonfirmasi melalui bagian Hubungan Masyarakat (Humas), Ramli Lombogia mengatakan, pihaknya hanya membeli kayu bila diperlukan, dan tidak ada keterkaitannya dengan para pengusaha kayu ataupun para pengelola kayu.

“Kami hanya membeli kayu dari mereka. Status legalitas kayu kami tidak tahu,” ujar Ramli.

Namun, pernyataan berbeda diutarakan Najib Paputungan, salah satu staf di PT ASA mengatakan, kayu-kayu yang ada lingkungan PT ASA, itu dibeli kepada penampung yang memiliki izin.

“Perusahan membeli sesuai prosedur. Itu dibeli kepada penampung kayu yang mengantongi izin,” ujar Najib saat dikonfirmasi oleh sejumlah awak media Senin (03/4/2017).

Najib menambahkan, pihak perusahaan melàkukan pembelian sesuai petunjuk. “Kami tetap ikut aturan yang berlaku. Sampai hari ini izin usaha dari penampung kayu ada sama PT ASA. Kami tahan izin tersebut,” tukas Najib.

*Abdyanto Mokodongan

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.