Perbedaan Euforia Kelulusan Sekolah Ala SMA di Yogyakarta dan SMA di Kotamobagu

0
983
Salah satu siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta saat membagikan nasi kotak kepada salah satu tukang parkir di jalan Mataram Kota Yogyakarta. (f:kompas.com)

inatonreport.com – Pemandangan yang luar biasa ditunjukkan siswa dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) di Yogyakarta. Mereka membagikan nasi kotak dan susu kedelai kepada masyarakat. Aksi ini dilakukan para siswa dalam rangka ucapan syukur atas kelulusan mereka.

Secara serentak mulai pukul 10.00 WIB, para siswa dari berbagai SMA di Yogyakarta yang tergabung dalam Student Care and Share mulai melakukan kegiatan membagikan nasi kotak dan susu kedelai di berbagai lokasi.

Mereka membagikannya di beberapa tempat sesuai dengan wilayah yang sudah disepakati. Sasaran mereka, baik seperti tukang parkir, loper koran hingga penarik becak.

“Kegiatan membagikan nasi kotak dan susu kedelai kepada masyarakat ini sebagai ungkapan rasa syukur atas pengumuman kelulusan kami,” ujar Yusuf Iqbal, pelajar kelas 3 SMA 2 Yogyakarta, Selasa (02/05/2017).

Dijelaskannya, uang yang digunakan untuk membeli nasi kotak dan susu kedelai adalah hasil dari iuran sukarela para siswa kelas 3 yang tergabung dalam Student Care and Share. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi kebahagian dengan sesama.

“Dari pada konvoi dan corat-coret seragam, lebih berguna dan bermanfaat bagi masyarakat ketika melakukan kegiatan seperti ini. Di Tugu Yogyakarta, kita bagikan sekitar 250 nasi kotak dan 500 bungkus susu kedelai,” tandasnya.

Tentunya, pemandangan tersebut sangat berbeda jauh dengan euforia kelulusan siswa SMA/SMK di Bolaang Mongondow Bersatu (BMR) khususnya di Kotamobagu.

Berdasarkan pantauan tim inatonreport.com, sejumlah siswa SMA/SMK merayakan kelulusan dengan melakukan konvoi dengan menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan helm serta memuat penumpang melebihi kapasitas (bonceng 3).

Selain itu, para siswa yang melakukan konvoi di jalan protokol di Kotamobagu, juga melakukan aksi coret-coret baju dan rambut.

editor: heri setiawan

sumber: kompas.com/tim

 

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.