Kotamobagu Distortion Present Gelar “Ngejam” di Peringatan Hari Sumpah Pemuda

0
1340

Kotamobagu, Inatonreport.Com – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan hastag #bersamaPalu-Donggala-Sigi, Kotamobagu Distortion Present yang di support Undercity, menggelar ngejem bareng bersama musisi se-Sulut dan dan Gorontalo, Minggu (28/10/2018), yang di mulai pukul 19.00 WITA.

Kegiatan yang berlokasi di Garage Cafe, Jalan Fajar Bulawan Kelurahan Mogolaing tersebut, mengambil tema “MOSPHIT Arena (Gie Indie)”.

Sekretaris panitia, Dhani Tangkudang, kepada media ini mengatakan, ngejem bareng tersebut akan di isi oleh grup band Bolmong Raya (BMR), dan luar daerah.

“Beberapa band dari BMR seperti Aire, Stranger, Hello Kitty, Respect, Earthqueck. Dari Manado, Durhaka , Brigadir Distorsi, Karikatur, serta band indie Gorontalo, From Hell to Heaven, Marsins, Head Shot, 4 Senjata, dan masih banyak band lain” urai Dhani.

Lanjut Dhani, bahwa maksud dan tujuan digelarnya kegiatan ngejam adalah untuk memeriahkan Hari Sumpah Pemuda.

“Kami sebagai musisi ingin ikut berpartisipasi, dengan cara menggelar ngejem bareng dengan menghadirkan band indie undergorund bergengsi dari BMR, Manado, dan Gorontalo,” ujar Dhani.

Sementara, Ketua panitia, Wade Anggan, menerangkan, ngejem bareng kali ini juga merupakan wadah bagi para musisi untuk menyalurkan ekspresi secara positif.

“Dan untuk para generasi muda jangan pernah patah semangat, tetap berani mengejar sesuatu yang ingin kalian capai terutama di bidang musik. Daripada mabok-mabokan, tawuran atau apalah, mending kalian nge-band,” ajak Wade.

Wade menjabarkan, musik merupakan salah satu sarana mengasah imajinasi seseorang untuk lebih kreatif.

“Dengan musik, kita bisa mencapai titik klimaks imajinasi yang tak pernah kita dapat sebelumnya. Semoga dengan kegiatan ini, akan timbul bibit-bibit yang terus eksis dalam bermusik baik tingkat lokal, nasional bahkan internasional,” jelas Wade.

Untuk pemerintah, Wade meminta agar lebih memperhatikan keberadaan musisi untuk bisa terus berkarya.

“Semoga pemerintah lebih memperhatikan kreativitas generasi muda dalam bermusik, dengan menyediakan tempat/wadah yang selayaknya, untuk bisa menyelenggarakan event tanpa susah payah mencari tempat,” pinta Wade.

Wade berharap, kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses, dan tentunya bisa menjadi pemicu bagi para anak band untuk terus berkarya.

“Semoga tidak ada kendala dalam pelaksanaan kegiatan. Mari bangkit bersama musisi Indonesia. Salam generasi muda,” tegas Wade.

*Tri Buhang

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.