Sambil Ngopi, Tatong-Mekal Bahas Potensi Kopi Kotamobagu

0
70

Kotamobagu, Inatonreport.Com – Brand Kopi Kotamobagu sudah dikenal tak hanya di Sulawesi Utara melainkan pula di Indonesia.

Kopi Kotamobagu memiliki cita rasa yang khas. Luas wilayah perkebunan kopi di Kotamobagu tidak begitu luas, sehingga produksi kopi Kotamobagu ditunjang pula produksi dari kabupaten tetangga, demikian kata Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara.

Tatong ditemani Ketua DPRD Kotamobagu Meidy Makalalag, saat ngopi bersama awak media di Cafe Corner, Jumat (27/8/2021), bicara banyak terkait kopi yang menjadi salah satu komoditi unggulan Kota Kotamobagu.

Menurut wali kota, brand Kopi Kotamobagu yang sudah terjaga saat ini harus dijaga. Untuk itu, menjadi perhatian pemerintah kota saat ini adalah jumlah produksi komoditi kopi itu sendiri.

Tatong mengatakan, ketika pelaksanaan Sulut Expo, investor asal Belgia memiliki ketertarikan dengan produk kopi Kotamobagu.

Lebih lanjut dia menjelaskan, unsur hara di Kotamobagu membuat cita rasa kopi menjadi enak. Sesuai arahan RTRW, wilayah Kotamobagu Selatan sangat cocok untuk ditanami kopi, karena kontur tanah dan ketinggiannya sesuai dengan kriteria tanaman kopi.

Kita juga bisa berbangga, mengapa! Kopi Kotamobagu sejak beberapa tahun yang lalu telah memperoleh surat keputusan Menteri Pertanian, dimana kopi Kotamobagu sebagai kopi nasional.

Wali kota juga mengatakan ada tantangan dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey bagaimana Kopi Kotamobagu bisa masuk disemua gerai kafe yang ada di Sulut.

“Terkait kunjungan kemarin di perkebunan kopi adalah untuk memperdalam kegiatan tahun akan datang. Termasuk penyediaan bibit dan fasilitas jalan sebagai akses ke perkebunan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kotamobagu Meidy Makalalag mengatakan, DPRD sebagai mitra pemerintah kota adalah kewajiban mutlak menopang kegiatan pemerintah daerah. “Apa yang menjadi visi misi pemerintahan TB-NK untuk mensejahterakan masyarakat akan kami kawal,” kata Mekal.

Selanjutnya, kata Mekal, kritik membangun itu penting. Sebagai mitra perlu adanya saling mengingatkan. Selama program dan kegiatan pemerintah daerah tidak keluar dari jalurnya, dia pastikan DPRD akan ikut mengawalnya, termasuk kegiatan pemerintah daerah dalam upaya peningkatan produksi kopi.

*Ridwan

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.