Pangdam XIII Pimpin Upacara Penyerahan Simbol Dan Pelepasan Peleton Yuddha Wastu Pramuka Jaya

0
388

Manado, Inatonreport.Com – Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang pimpin Upacara Penyerahan Simbol dan Pelepasan Peleton Yuddha Wastu Pramuka Jaya yang bertempat di Lapangan Makodam XIII/Mdk, Minggu (16/12/2018).

Dalam Rangka memperingati hari Infanteri ke-70 tahun 2018 telah dilaksanakan Upacara penyerahan Simbol dan pelepasan Peleton Yuddha Wastu Pramuka Jaya pertama dengan tema “PELETON BERANTING YUDDHA WASTU PRAMUKA MEWUJUDKAN SEMANGAT JUANG DAN SOLIDARITAS PRAJURIT BERSAMA RAKYAT” bertindak sebagai Irup Pangdam XIII/Merdeka, selaku Komandan Upacara Danyonif Raider 712 yang di ikuti sekitar 540 orang personil TNI-Polri.

Danrindam, para Asisten, Dan/Ka Balak Dam XIII/Merdeka serta LO AL dan LO AU;Kasatbrimobda Sulut;Danlanud Sri;Perwakilan Lantamal VIII/Manado;
Para Komandan Satuan jajaran. Dalam Amanat Pangdam XIII/Merdeka Mengatakan, bahwa Yuddha Wastu Pramuka merupakan simbol dari pasukan Infanteri TNI Angkatan Darat.

Sedangkan Gerak Jalan Peleton Beranting yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun dalam rangka menyambut Hari Infanteri TNI AD bertujuan untuk memelihara dan menumbuhkan kesadaran serta kebanggaan terhadap Korps Infanteri yang memiliki kemampuan mobilitas jalan kaki sebagai identitas serta ciri khas prajurit Infanteri “ciri khas prajurit Infanteri adalah jalan kaki, maka setiap tahun selalu diperingati peleton beranting dengan membawa simbul bendera Yudha wastu pramuka jaya dengan berjalan kaki,” jelas Pangdam.

Lebih Lanjut Pangdam mengatakan, Sebagai generasi penerus yang tidak merasakan secara langsung pahit dan getirnya perjuangan seperti yang dialami oleh para pendahulu bangsa, maka kegiatan gerak jalan ini adalah momen yang sangat baik bagi para Prajurit TNI AD untuk lebih menghayati perjuangan para pahlawan tersebut, antara lain dengan melestarikan tradisi berjalan kaki bagi Prajurit Infanteri.

“Tumbuhkan rasa kebersamaan di antara para peserta dengan membuang jauh sikap egoisme dan fanatisme sempit yang berlebihan terhadap korps; jaga etika, sopan santun dan tata krama yang berlaku di kehidupan masyarakat setempat yang dilalui; serta jalin kemanunggalan dengan rakyat, baik di sepanjang rute Gerak Jalan maupun di daerah pergantian pasukan” harap Pangdam.

Usai upacara penyerahan Simbul, kegiatan dilanjutkan dengan Acara pelepasan peleton di etape pertama oleh Pangdam XIII/Mdk bersama Forkopimda dan Pejabat Utama Kodam XIII/Mdk di titik star.

*Anto

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.