Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkab Bolmong Keluarkan Instruksi

0
43

Bolmong, Inatonreport.Com – Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, mengeluarkan beberapa intruksi untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona Covid-19, Sabtu (14/3/2020).

Untuk para ASN, instruksi berupa larangan melakukan tugas luar atau perjalanan dinas keluar Provinsi Sulut maupun antar kabupaten di Sulut. Maka untuk mengganti perjalanan luar, koordinasi dilakukan melalui media internet, email, WhatsApp, SMS dan media lainnya.

SKPD pun untuk sementara waktu dilarang untuk melakukan pertemuan demi meminimalisir tingkat perkembangan penularan virus corona Covid- 19. Juga meniadakan pelaksanaan upacara bendera atau apel kerja bersama PNS, dan langsung melaksanakan aktivitas di kantor. Akan tetapi kehadiran serta pelayanan kepada masyarakat tetap dimonitor lewat media grup WhatsApp.

Instruksi tersebut juga berlaku untuk masyarakat agar tidak melakukan aktifitas ke luar daerah. Aktifitas tersebut juga berlaku untuk kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang banyak seperti hajatan (pesta nikah, dan syukuran lainnya) serta sedapat mungkin menghindari kontak langsung antar sesama seperti berjabatan tangan.

Mengimbau kepada masyarakat agar memperhatikan kebersihan lingkungannya dan menerapkan pola hidup sehat.

Selain itu juga masyarakat diingatkan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dapat menggunakan Hand Sanitizer.Memakai masker bagi yang batuk, pilek ringan. Menutup hidung dan mulut saat batuk/bersin dengan tissue/tangan, menjaga jarak dalam bercakap-cakap, minimal 1 meter.

Segera ke fasilitas kesehatan, bila mengalami gejala seperti demam di atas 38 derajat, batuk pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih dan lesu.

Juru bicara Pemkab Bolmong, Parman Ginano, mengatakan, langkah yang diambil pemerintah daerah demi pencegahan penularan virus corona.

“Lockdown dulu Bolmong buat sementara waktu, sampai situasi benar-benar pulih,” ujar Parman.

Pengambilan keputusan untuk Lockdown sementata guna mengamankan agar tidak tertular virus Corona.

“Pemerintah utamakan kesehatan dan keselamatan warga, ini kegentingan yang memaksa,” tegasnya.

Walaupun penyebaran virus ini tergantung pada kondisi tubuh, tapi tidak semua orang daya tahan tubuhnya bagus. Karena itu lanjutnya, harus diambil kebijakan untuk menghentikan kegiatan ke luar daerah begitu pula kegiatan yang mengumpulkan orang banyak.

Virus corona mulai muncul pada Desember 2019 lalu di China dan mulai menyebar ke seluruh dunia. Pemerintah China sebelumnya telah melakukan lockdown di kota Wuhan atau tempat pertama kali virus tersebut muncul.

Berdasarkan kamus Bahasa Inggris, lockdown artinya kuncian. Maksudnya, negara yang terinfeksi virus corona mengunci akses masuk dan keluar untuk mencegah penyebaran virus corona yang lebih luas.

Lockdown juga diikuti dengan larangan mengadakan pertemuan yang melibatkan banyak orang, penutupan sekolah, hingga tempat-tempat umum. Dengan begitu, risiko penularan virus corona pada masyarakat di luar wilayah lockdown bisa berkurang.

*Rid

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.